Kyai Morado Kembali Bertugas di Negeri Kanguru Selama Bulan Suci Ramadhan 1447 H

MQ Depok | Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok KH. Dr. Rachmat Morado, Lc, MA (Al-Hafizh) untuk bulan suci Ramadhan 1447 H atau tahun 2026 ini kembali melakukan Safari Ramadhan ke luar negeri atau diundang menjadi imam dan penceramah Ramadhan di Australia. Beliau tiba ke negeri Kanguru tersebut pada tanggal 14 Februari 2026 lalu.

Seperti tahun lalu, masjid yang menjadi tugas dakwah beliau adalah masjid yang berada di daerah Minchinbury, Sydney. Keberadaan Kyai Morado di kota Sydney merupakan yang ketujuh kalinya. Sebelumnya beliau pernah mengisi Ramadhan pada tahun 2009, 2010, 2012, 2015, 2019, dan 2025 lalu.

Kyai Morado menuturkan, kegiatannya atau tugasnya selama disana adalah full imam shalat 5 waktu dan tarawih, termasuk imam tahajjud pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Kegiatan berikutnya adalah khutbah jumat, halaqoh Qur’an setiap jumat, dan juga ada lomba Qur’an di 10 hari terakhir ramadhan. “Sedangkan untuk berbuka puasa rutin bersama di Masjid setiap jumat, selebihnya berbuka di rumah jemaah yang terdekat dengan masjid,” kata beliau.

Kyai Morado menambahkan, jamaah masjid di Sidney tersebut secara garis besar sama dengan tahun lalu, yaitu multi ras dan etnis. Para imigran banyak dan bule asli pun juga ada. ”Hanya untuk orang Indonesia justru sedikit,” ujarnya.

Islam di Sydney sendiri mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa dekade terakhir. Kota ini merupakan salah satu pusat komunitas Muslim terbesar di Australia, bersama dengan Melbourne dan Brisbane.

Jumlah umat Islam di Sydney terus bertambah, baik karena migrasi maupun kelahiran. Menurut sensus Australia terbaru, Islam adalah agama terbesar kedua setelah Kristen. Banyak Muslim di Sydney berasal dari negara-negara seperti Lebanon, Turki, Indonesia, Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan, selain dari komunitas mualaf lokal.

Menurut informasi, selain masjid Minchinbury, Sydney juga memiliki banyak masjid dan pusat Islam yang aktif, seperti masjid Lakemba, salah satu masjid terbesar dan tertua di Sydney, banyak dikunjungi oleh komunitas Muslim dari Timur Tengah dan Asia Selatan.

Berikutnya ada masjid Auburn Gallipoli, yang didirikan oleh komunitas Turki dan menjadi salah satu ikon Islam di Sydney. Juga ada masjid Zetland, masjid Rooty Hill, dan lainnya untuk melayani kebutuhan ibadah dan sosial berbagai komunitas Muslim di Sydney.

Selain masjid, terdapat pusat-pusat dakwah dan pendidikan Islam seperti Islamic Council of NSW, Darulfatwa Australia, dan berbagai madrasah serta sekolah Islam.

Menurut Kyai Morado, yang menarik dari Sydney, masyarakat muslimnya sangat antusias dan menghargai tamu. Beberapa kali Kyai Morado diundang untuk sebuah acara jamuan makan atau buka bersama (bukber) oleh masyarakat muslim di sana.

“Setiap kajian jamaahnya sangat antusias menyimak dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar agama,” ujar Kyai Morado yang menyampaikan kajian dalam bahasa Arab maupun Inggris.

Pada kesempatan tahun lalu, beliau juga bertemu dengan salah seorang yang tertinggi di dunia (tallest man), yang menjadi jamaah masjid Minchinbury. Namanya Abdusshamad, seorang imigran asal Ghana Afrika yang memiliki tinggi badan sekitar 2,05 meter.

Kyai Morado berharap, umat Islam di Australia bisa konsisten dalam setiap programnya seperti sekarang dan terus menjalin ukhuwwah antar etnis/bangsa, yang sudah berjalan belasan tahun. (dz/humas)

Jurnalis/Editor : Dhorifi Zumar

Leave a Reply