Kyai Morado: Mudir Tahfizh MQ Depok yang Punya 7 Riwayat Sanad

MQ Depok | Sekitar awal Juni 2024 lalu untuk pertama kali kami bersilaturahmi ke kediaman KH Dr Rachmat Morado, Lc, MA (Al-Hafizh), yang berada di sebuah kawasan perumahan di kelurahan Mekarsari, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Saat itu kami berdua (penulis dan Ust Irpan Abdul Maulana) sengaja ingin bertemu beliau di rumahnya untuk mengantarkan surat undangan Wisuda Akbar MQ tahun 2024.

“Silahkan masuk dan duduk,” kata beliau dengan ramah mempersilahkan kami berdua untuk memasuki ruang tamu rumahnya dan duduk di sofa yang mejanya sudah dipenuhi dengan beberapa toples yang berisi aneka kue/snack kering dan air minum dalam kemasan. “Silahkan dicicipi kuenya,” lanjut beliau.

Sebagaimana rumah para ahli ilmu dan pecinta ilmu, ruang tamu rumah beliau lemarinya banyak dipenuhi dengan koleksi aneka kitab dan buku-buku, mulai dari kitab klasik (kuning) terbitan Timur Tengah hingga buku-buku kontemporer cetakan dalam negeri, Indonesia. “Berarti beliau suka baca buku nih,” gumamku dalam hati.

KH Dr Rachmat Morado, Lc, MA, alumni S-1 Al-Azhar Kairo dan S2 Maulay Ismail Maroko ini sejak akhir Desember 2022 resmi mengemban amanah sebagai Mudir Tahfizh Pesantren Madinatul Qur’an Depok. Tugas utamanya adalah antara lain motivasi tahfizh, persanadan khataman, supervisi program tahfizh, dan lainnya.

Pria kelahiran kota Depok (alias Akamsi) 42 tahun yang lalu ini telah memimpin kegiatan khotmul Qur’an (khataman 30 juz) para santri dan mahasantri selama 16 kali di kampus Madinah Cilodong dan 6 kali di kampus Mekah Abadijaya.

Di sela-sela tanggungjawabnya sebagai mudir tahfizh beliau juga aktif mengajar para mahasantri/wati di Mahad Aly Madinatul Qur’an, selain mengisi kajian/tausiyah setiap akhir pekan di beberapa masjid di seputaran Depok dan juga mengajar ngaji beberapa tokoh tertentu.

Aktivitas dakwah peraih doctor (S3) dari Universtas Ibnu Khaldun Bogor ini sejatinya tidak hanya terbatas di dalam negeri, khususnya Depok dan Jabodetabek, tapi setiap bulan suci Ramadhan beliau juga mendapatkan jadwal rutin untuk menjadi imam dan mengisi kajian di negeri Belanda dan Australia. Seperti Ramadhan tahun 2024 lalu, beliau mendapat kesempatan mengisi Ramadhan di masjid kota Sydney Australia, untuk kesempatan yang keenam kali. Tahun sebelumnya (2023) beliau mengisi Ramadhan di sebuah masjid di Denhaag Belanda.

Dibawah bimbingan beliau sejauh ini sudah ada 6 orang mahasantri/mahasantriwati yang telah mendapatkan sanad hafizh Qur’an dari beliau, yaitu Ustazah Ratna, Ustazah Kamila, Ustazah Yunita, Ust Rizqi Ahmadian, Ust M. Tegar, dan Ust Jundi.

Kyai Morado sendiri saat ini telah memiliki 7 riwayat sanad untuk tahfizh quran, yaitu Hafs, Syu’bah, Warsy, Qolun, Bazzi, Qunbul dan Adduri. Sehingga  beliau punya otoritas untuk memberikan sanad kepada para santri dan mahasantri yang memenuhi syarat (eligible).

Menurut beliau, para santri/santriwati yang telah mengkhatamkan hafalan 30 juz harus ikut tahap selanjutnya, yaitu pemutqinan, karena khatam 30 juz baru setoran awal. Setelah itu baru menginjak ke tahap berikutnya, yaitu persanadan. ”Alhamdulillah hal ini sudah berjalan, baik di kampus Madinah ataupun kampus Mekkah,” jelas beliau.

Bagaimana tips untuk menjaga kualitas hafalan agar bisa mutqin? Kata beliau, harus rutin khatam muraja’ah pada setiap 7-10 hari sekali. “InsyaAllah, kualitas tahfizhnya akan terjaga,” ucap beliau yang punya aktivitas harian mengajar, dakwah dan menyimak tasmi (program sanad) itu.

Diam-diam penyuka nasi goreng, nasi padang, dan lontong sayur ini juga mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan dai kondang Ustadz Abdul Shomad (UAS), karena beliau pernah berteman saat di Maroko dulu, yaitu saat sama-sama mengambil program S2 disana tahun 2004 silam.

Kyai Morado juga dikenal sangat produktif menulis atau menerbitkan buku. Sejauh ini sudah ada sekitar 8 judul bukul yang beliau tulis. Yaitu antara lain Model Pembelajaran Sains dalam Tafsir Marah Labid, 79 Hadits Lemah dan Palsu, Menjadi Hafizh Mandiri, dan Tafsir Ar Rahmah juz 30, ini best seller. Berikutnya, buku Fiqih Akhir Zaman, Adab Sunnah, Cara Gampang Menghafal Quran untuk Pemula dan Orang Sibuk (best seller), dan Bekal Dai kontemporer dari Quran dan Sunnah.

Di samping itu ayah dari satu putri ini juga aktif berorganisasi di ormas Islam, seperti Muhammadiyah dan MUI Kota Depok. Di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok beliau pernah aktif di Majelis Tarjih dan Tajdid (2010-2015) dan Majelis Tabligh (2015-2022). Lalu di MUI beliau menjadi anggota Komisi Fatwa sejak tahun 2014 dan menjadi ketuanya mulai 2024 hingga 2029. Kata beliau, “Berorganisasi itu penting untuk leadership namun juga amanah yang perlu dijaga.”

Bagaimana Kyai Morado di mata koleganya? “Beliau adalah sosok yang sangat kyai: kalem, tenang, bersahaja. Kalau saya belum bisa meniru beliau,” ungkap KH Dr Ahmad Fihri, Lc, MA, sekretaris umum MUI Kota Depok saat ini. (dz/humas)

Jurnalis/Editor: Dhorifi Zumar

Foto : Tim Kepesantrenan, MQPU, koleksi pribadi

Leave a Reply