Hal-Hal yang Dapat Memperkuat Hafalan dan Melemahkannya

Hal-hal yang dapat memperkuat hafalan, menurut Syeikh az-Zarnuji, dalam kitab Ta’limul-Muta’allim, ialah tekun atau rajin belajar, aktif mengurangi makan, rajin shalat malam, dan membaca Al-Qur’an. Dikatakan, “Tidak ada yang lebih menambah kuatnya hafalan melebihi daripada membaca Al-Qur’an dan melihat pada mushaf.” Sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “Amalan umatku adalah membaca Al-Qur’an dengan melihatnya.”

Telah disebutkan pada bab terdahulu bahwa orang yang berilmu tidak perlu pusing dengan urusan dunia. Karena hal itu membahayakan dan tidak berguna. Orang yang cemas dengan urusan dunia biasanya karena hatinya gelap. Hal itu pengaruhnya akan terlihat di dalam shalatnya.

Cemas dengan urusan dunia bisa menghalangi seseorang untuk berbuat baik. Sedangkan memirkirkan urusan akhirat jusru mendorong untuk beramal baik.

Mengerjakan shalat dengan khusyu’ dan menyibukkan diri untuk mencari ilmu dapat menghilangkan penderitaan dan kesusahan. Sebagaimana dikatakan Syeikh Nashr bin Hasan Al-Marghinani kepada dirinya, “Mohonlah pertolongan wahai Nash bin Hasan, di dalam setiap pengetahuan yang masih tersembunyi, itulah yang dapat mengusir gelisah, sedang selainnya tidak dapat dipercaya.”

Syeikh Najmuddin Umar bin Muhammad Nasafi juga mengalunkan beberapa bait syair untuk menyinggung budak Ummu Walad miliknya: “Salam, buat orang yang memikatku dengan kecantikannya, dan mengkilatkan kedua pipinya, serta melirikkan matanya. Aku telah tertawan dan tergoda oleh seorang gadis yang manis. Akal pun bingung untuk mensifati pribadi orang itu. Tapi aku berkata, ‘Tinggalkanlah aku dan maafkanlah aku. Karena aku telah terbuai atau sibuk menuntut ilmu dan mendalaminya.’”

Selain itu, Syekh az-Zarnuji juga memberi doa dan amalan khusus kepada para penimba ilmu ketika mengambil kitab atau buku yang akan dipelajari atau dihapalkan. Doanya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْعَزِيْزِ الْعَلِيْمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفِ كُتِبَ وَيُكْتَبُ أَبَدَ الْأَبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِيْنَ

bismillâhi wasubhânallâhi wal-hamdulillâhi walâ ilâhaillallâh wallâhu akbar walâhaula walâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘azhîm al-‘azîzil-‘alîm ‘adada kulli harfin kutiba wa yuktabu abadal-abidîn wa dahrad-dahirîn. 

Artinya, “Dengan menyebut nama Allah, maha suci Allah, segala puji milik Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar, dan tiada daya upaya selain pertolongan Allah yang maha tinggi, agung, mulia, dan maha mengetahui, sebanyak semua huruf yang telah ditulis dan akan ditulis selama-lamanya dan sepanjang waktu.”

Kemudian, setiap selesai shalat fardhu, mereka juga dianjurkan membaca:

آمَنْتُ بِاللهِ الْوَاحِدِ الْأَحَدِ الْحَقِّ

وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَكَفَرْتُ بِمَا سِوَاهُ

âmantu billâhil-wâhidil-ahadil-haqq wahdahu lâ syarîka lah wakafartu bimâ siwâhu.

Artinya, “Aku beriman kepada Allah, Dzat yang maha esa,  maha tunggal, serta maha haq. Tidak sekutu bagi-Nya. Dan aku ingkar kepada tuhan selain-Nya.”

Selain kiat dan bacaan di atas, juga disebutkan kiat lainnya, yaitu selalu membaca shalawat, bersiwak setiap waktu, mengonsumci madu, makan kandar dan kismis merah sebanyak 21 butir setiap hari (jika ada).

Di samping menyebutkan kiat-kiat yang mewarisi hapalan kuat, Syekh az-Zarnuji juga menyebutkan hal-hal yang menyebabkan hilangnya hapalan, yaitu perbuatan dosa dan maksiat, pikiran yang sedih dan bingung, terlalu banyak kesibukan dan hubungan yang tidak bermanfaat.

Namun, semua itu dapat ditepis dengan cara memperbanyak shalat yang khusyu, fokus menghasilkan ilmu, dan senantiasa bertawakal kepada Allah. (Lihat: Ta’limul-Muta’allim, halaman 41-42).

Hal-hal lain yang dapat menyebabkan cepat lupa ialah makan ketumbar basah, makan apel yang kecut, melihat orang yang dipancung, membaca tulisan di kuburan, melewati barisan unta, membuang ketombe hidup di tanah dan cantuk (ialah melukai di bagian tengkuk kepala untuk menghilangkan rasa pusing-pusing). Maka santri hendaknya meninggalkan semua itu karena bisa menyebabkan lupa.

Itulah sejumlah kiat bagi pelajar dan santri untuk memperkuat dan menjaga hafalan mereka. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. (dz/humas)

Leave a Reply